Tips Memilih Makanan Sehat Untuk Anak dan Keluarga

Mengkonsumsi menu makanan sehat akan memberi nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembang anak dan keluarga. Tapi bagaimana cara memilih makanan bergizi untuk anak dan keluarga yang baik?

Makanan sehat memiliki banyak manfaat, terutama untuk kesehatan tubuh. Terutama untuk anak yang sedang dalam masa tumbuh kembang, mengkonsumsi menu makanan sehat adalah keharusan. Tapi tak semua makanan sehat akan cocok untuk anak, bahkan untuk orang dewasa.

Karena kebutuhan masing-masing tubuh yang berbeda, diperlukan kecermatan saat memilih makanan bergizi. Setidaknya ada sejumlah aspek yang harus diperhatikan agar tidak sampai terjadi malnutrisi pada anak dan keluarga.

1. Pilih Makanan Rendah Garam

Menu makanan sehat idealnya tidak mengandung banyak garam, sebaiknya setiap orang tidak mengonsumsi garam lebih dari 6 gram perhari. Mengkonsumsi makanan yang terlalu asin bisa meningkatkan tekanan darah, sehingga individu dengan tekanan darah yang tinggi rentan terkena penyakit jantung atau stroke.

Jika tak menambahkan garam sedikitpun, makanan apapun sebenarnya sudah memiliki kandungan garam alami. Jika dibuat rata-rata, sekitar ¾ garam yang masuk ke dalam tubuh sudah didapat dari makanan secara alami tanpa harus menambah garam lagi.

Baik anak maupun orang dewasa sebaiknya jangan mengkonsumsi garam lebih dari 6 gram tiap hari, atau sekitar setengah sendok teh. Terlebih untuk anak usia dini, sebaiknya konsumsi garam harus dikurangi lagi. Idealnya, makanan bergizi untuk anak harus rendah garam.

2. Kurangi Gula

Mengkonsumsi makanan yang tinggi gula bisa meningkatkan risiko obesitas dan gigi keropos. Meski makanan dengan kadar gula tinggi bisa memberi energi lebih besar (biasanya dihitung dalam kalori atau kilojoule), tapi konsumsi secara terus menerus bisa memicu obesitas

Selain obesitas, efek lain yang muncul berupa pengeroposan gigi terutama jika tertinggal di gigi setelah makan. Sebaiknya pilih menu makanan sehat dengan label bebas gula untuk anak dan keluarga Anda. Sebaiknya jangan tambahkan gula saat membuat makanan bergizi untuk anak, terlebih untuk anak usia dibawah 6 tahun.

Selain itu, penting sekali bagi kita untuk membatasi konsumsi gula sebaiknya hanya 15 gram dalam sehari. Yang jadi persoalan, banyak makanan kemasan yang mengandung gula tambahan dalam jumlah banyak. Dan ini jelas tidak masuk kategori makanan bergizi untuk anak.

3. Hindari Lemak Jenuh

Lemak memang diperlukan, tapi yang harus diperhatikan yaitu takaran dan tipe lemak yang akan dikonsumsi. Ada dua tipe lemak yang dikenal saat ini, yaitu lemak jenuh dan tak jenuh. Khusus untuk menu makanan sehat sebaiknya tidak mengandung lemak jenuh.

Terlalu banyak lemak jenuh bisa meningkatkan jumlah kolesterol dalam darah, yang selanjutnya memicu risiko terkena serangan jantung. Terdapat beberapa bahan makanan bergizi untuk anak dan keluarga yang rendah lemak jenuh diantaranya minyak sayur, minyak ikan, mentega, dan lainnya.

Pastikan jika Anda mengonsumsi daging, potong lebih dulu dan hilangkan semua lemak yang terlihat. Lemak mengandung energi tinggi, jadi sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah kecil saja.

4. Konsumsi Lebih Banyak Ikan

Ikan termasuk menu makanan sehat paling mudah disediakan. Ikan merupakan sumber protein yang baik, mengandung banyak vitamin juga mineral. Guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, setidaknya konsumsi ikan minimal dua kali seminggu dan minyak ikan sekali seminggu.

Minyak ikan tinggi akan omega-3, yang selain berguna untuk menunjang tumbuh kembang anak, juga bermanfaat mencegah penyakit jantung pada individu dewasa. Beberapa jenis ikan yang merupakan makanan bergizi untuk anak dan keluarga yaitu salmon, sarden, makarel, dan trout.

Ikan yang dikonsumsi bisa dari mana saja, baik itu ikan segar, ikan beku, ikan asap, atau ikan kalengan. Satu yang harus diingat, jenis ikan kaleng dan ikan asap biasanya mengandung lebih banyak garam. Untuk menu makanan sehat, sangat dianjurkan untuk memilih jenis ikan segar.

5. Perbanyak Buah dan Sayur

Sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi lima jenis buah dan sayur dalam sehari. Sayur yang dipilih bisa berbagai bentuk, baik sayur segar, beku, kaleng, kering, atau bahkan jus sayur. Membiasakan konsumsi menu makanan sehat seperti ini sebenarnya mudah dilakukan.

Misalnya, banyak orangtua yang memberikan sereal untuk sarapan anak-anak, akan lebih baik jika diganti dengan pisang yang sudah dipotong kecil. Opsi lain, Anda dapat mengganti sarapan pagi dengan beberapa jenis buah segar. Kebiasaan seperti ini sebaiknya diterapkan pada anak sejak dini.

Dalam satu porsi makanan bergizi untuk anak yang berisi buah dan sayuran, baik segar maupun kaleng, setidaknya mengandung 80 gram vitamin dan nutrisi. Sementara untuk buah dan sayur yang dikeringkan kandungan protein dan vitaminnya menurun hingga 30 gram.

Satu gelas jus buah atau sayuran ukuran 150 ml sudah dihitung satu porsi menu makanan sehat, dan sebaiknya konsumsi harian dibatasi hanya satu gelas demi menghindari kebanyakan gula yang bisa merusak gigi.

Terlepas dari menu makanan sehat yang dipilih, budaya mengkonsumsi makanan sehat harus diterapkan sejak anak. Yang juga harus menjadi pertimbangan, makanan bergizi untuk anak jelas berbeda dengan dewasa. Jadi sebaiknya cermati kebutuhan gizi lebih dulu sebelum memilih jenis makanan.

Leave a comment