Cara Cepat Mengajari Anak Membaca

Saat anak sudah fasih berbicara, di saat itulah orang tua perlu mulai memperkenalkan huruf dan angka. Perkenalan anak pada huruf dan angka merupakan langkah awal sebelum mengajarkannya baca tulis. Tentu saja, orang tua juga perlu membekali diri dengan pengetahuan akan cara mengajari anak membaca. Pengetahuan inilah yang nantinya membantu orang tua dalam mengajarkan baca tulis langkah demi langkah.

Meski demikian, mungkin ada beberapa orang tua yang masih merasa kurang percaya diri. Mengetahui beragam metode belajar membaca terkadang tidak cukup, terlebih jika sebelumnya tidak ada pengalaman mengajar sama sekali. Namun dengan komitmen yang kuat, setiap orang tua sebenarnya memiliki kesempatan yang sama dalam menerapkan metode belajar membaca yang tepat pada buah hati mereka.

Membaca adalah Jembatan Ilmu

Keinginan orang tua untuk mengajari anaknya membaca sebenarnya tidak lepas dari sebuah harapan. Setiap orang tua ingin buah hatinya menjadi pribadi yang cerdas dan memiliki masa depan yang cerah. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan ilmu. Sedangkan untuk mendapatkan ilmu, orang harus mengaplikasikan metode belajar membaca agar anak bisa membaca terlebih dahulu.

Membaca tentu akan membuka wawasan orang akan dunia. Dengan kemampuan membaca, orang bisa mempelajari hal-hal baru. Bahkan lebih dari itu, orang juga bisa mempelajari buah pemikiran orang-orang hebat. Tidak mengherankan, banyak yang sepakat bahwa membaca adalah jembatan ilmu.

Di era seperti sekarang ini, kemampuan membaca juga sudah menjadi kemampuan dasar yang wajib dikuasai oleh setiap orang. Kemampuan ini pun kerap diajarkan pada usia dini. Banyak orang tua yang aktif mencari cara mengajari anak membaca bahkan mulai mengajarkannya pada anak-anak mereka.

Membaca merupakan kemampuan yang hanya bisa diperoleh dengan cara mempelajarinya. Kemampuan ini tidak lahir begitu saja. Anak-anak tidak bisa membaca hanya dengan melihat orang yang sedang membaca. Mereka harus diajari, langkah demi langkah.

Peran untuk mengajari anak membaca tidak hanya bisa diserahkan kepada guru di sekolah. Layaknya kemampuan berbicara, kemampuan membaca sebaiknya juga dilatih sejak masih dini terlebih oleh orangtua dan keluarga. Namun para orang tua juga harus tahu. Mengetahui cara mengajari anak membaca akan sangat membantu proses belajar si kecil.

Kapan Waktu yang Tepat Untuk Mengajari Anak Membaca

Semakin cepat semakin baik. Sebenarnya pemikiran seperti ini memang tidak sepenuhnya salah. Akan tetapi para orang tua juga harus tahu bahwa anak memiliki tahapan perkembangannya sendiri. Jadi untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk mengajari anak membaca dan menerapkan metode belajar membaca, ada baiknya memahami hal tersebut terlebih dahulu.

Secara umum, anak-anak mulai bisa menghafal huruf alfabet pada usia 3 tahun. Rata-rata anak bisa mengenali 15 huruf di usia tersebut. Karena itulah, ada baiknya orang tua mulai memperkenalkan huruf abjad saat si kecil menginjak usia 3 tahun. Orang tua juga bisa menggunakan mainan seperti puzzle huruf untuk membantu proses belajar dan mempraktekkan metode belajar membaca pada anak.

Setelah memasuki usia 4 tahun, anak sudah mulai bisa membaca kata-kata sederhana. Misalnya saja seperti kata “mama” dan “papa”. Kemampuan tersebut akan semakin meningkat di usia 5 tahun. Pada usia 7 tahun, banyak anak yang sudah bisa membaca buku cerita sederhana.

Perkembangan tersebut hanya berlaku jika si kecil mendapatkan bimbingan yang tepat. Peran orang tua dan cara mengajari anak membaca akan sangat menentukan. Meski demikian, sebaiknya jangan terlalu memaksa anak untuk berlatih membaca. Para orang tua juga perlu memberikan ruang agar kemampuan tersebut berkembang dan matang secara alami.

Bagaimana Cara Mengajari Anak Membaca

Sebelum mulai menerapkan cara mengajari anak membaca, satu hal yang perlu selalu diingat dan ditanamkan oleh para orang tua adalah yakin pada diri sendiri. Keyakinan ini akan sangat membantu dalam membangun komitmen mengajarkan cara membaca kepada anak.

Ada beberapa metode belajar membaca untuk anak-anak. Untuk lebih jelasnya, berikut cara mengajari anak membaca.
1. Mulai dengan membacakan buku cerita secara rutin kepada si kecil

Cara terbaik untuk mengajarkan anak membaca adalah dengan memberinya contoh terlebih dahulu. Tunjukkan kepadanya cara membaca dengan membacakan buku cerita sederhana. Cara mengajari anak membaca yang satu ini juga terbukti cukup efektif.Anak-anak biasanya menyukai buku cerita bergambar. Bacakan buku cerita sambil menunjukkan halaman atau bahkan kata-kata yang sedang dibacakan. Dengan cara ini, si kecil bisa mengamati dan belajar tentang aktivitas membaca.

2. Perkenalkan anak dengan huruf kecil

Di luar sana mungkin ada perdebatan antara memperkenalkan anak dengan huruf kecil atau justru huruf besar terlebih dahulu. Ada yang lebih memilih untuk memperkenalkan huruf besar atau kapital karena relatif lebih mudah dikenali. Kedua metode belajar membaca ini memang terkesan tidak terlalu berbeda jauh. Namun bagi anak-anak, perkenalan pertamanya dengan huruf akan sangat mempengaruhi perkembangannya nanti.

Ingat, tujuan memperkenalkan huruf adalah untuk membiasakan si kecil agar nantinya bisa membaca. Dalam buku, huruf kecil jauh lebih sering dijumpai, jadi dengan memperkenalkan huruf kecil terlebih dahulu, si kecil akan lebih mudah terbiasa membaca sesuai dengan tata bahasa yang berlaku.

Huruf adalah sesuatu yang abstrak dan cukup sulit dipahami oleh anak-anak. Untuk itu, cara mengajari anak membaca sebaiknya melalui langkah nomor satu terlebih dahulu. Dengan rutin membacakan buku kepada anak, ia akan lebih terbiasa dengan huruf sebelum berkenalan lebih jauh. Untuk membantu si kecil berkenalan dengan huruf kecil, orang tua juga bisa menggunakan mainan puzzle berbentuk huruf abjad.

3. Kenalkan si kecil dengan huruf besar

Setelah si kecil mengenal dan hafal dengan semua huruf kecil, barulah orang tua mulai memperkenalkannya dengan huruf besar atau kapital. Jika anak sudah hafal dengan huruf kecil, sebenarnya tidak terlalu sulit untuk memperkenalkannya dengan huruf besar. Salah satu metode belajar membaca yang bisa dipraktekkan para orang tua adalah dengan menunjukkan huruf kecil bersama pasangan huruf besarnya. Tunjukkan bahwa kedua huruf tersebut sebenarnya sama dan beri penjelasan sederhana dengan menunjukkan penerapannya dalam buku cerita.

4. Ajarkan cara membaca satu suku kata

Jika si kecil sudah mengenal huruf besar dan huruf kecil, kini tiba saatnya untuk mulai mengajarinya cara membaca. Dalam tahap ini, mulailah dengan hal yang sederhana. Ajarkan anak untuk membaca satu suku kata. Sebagai contoh, tunjukkan bahwa saat huruf “b” bertemu dengan huruf “a” bacanya “ba”. Lakukan hal yang sama pada pasangan huruf konsonan dan vokal lainnya. Setelah mengajarkan cara membaca suku kata “ba”, lanjutkan dengan “bi”, “bu”, “be”, “bo” dan seterusnya. Praktekkan cara mengajari anak membaca yang satu ini sampai si kecil benar-benar fasih.

5. Ajarkan cara membaca dua suku kata

Setelah si kecil terbiasa dengan satu suku kata, naikkan tingkat kesulitannya dengan mengajarinya cara membaca dua suku kata. Mulailah dengan mengajarkan membaca dua suku kata dengan bunyi vokal sama seperti “a-ba”, “ba-ba” dan seterusnya. Lakukan metode belajar membaca ini sama seperti pada langkah keempat. Ulangi secara terus-menerus sampai si kecil terbiasa dan fasih dengan dua suku kata sederhana.

6. Ajarkan cara membaca dua suku kata yang berbeda vokal

Jika si kecil sudah bisa membaca dua suku kata dengan vokal yang sama, selanjutnya adalah mengajarinya membaca dua suku kata dengan vokal yang berbeda. Agar anak lebih mudah memahami dan membaca dua suku kata, orang tua bisa memulainya dengan mengajarkan membaca dua suku kata yang huruf konsonannya sama. Sebagai contoh, ajarkan si kecil untuk membaca “ma-mi”, “la-lu”, “i-bu” dan seterusnya. Cara mengajari anak membaca seperti ini relatif lebih mudah ditangkap oleh anak.

Setelah ia terbiasa membaca dua suku kata dengan konsonan yang sama, lanjutkan dengan mengajarkan membaca dua suku kata dengan huruf konsonan dan vokal yang berbeda. Misalnya saja seperti “sa-te”, “me-ja”, “ba-ju” dan seterusnya. Ulang metode belajar membaca ini hingga si kecil terbiasa.

7. Ajarkan cara membaca tiga suku kata

Membaca dua suku kata sudah bisa. Selanjutnya, orang tua bisa mulai mengajarkan cara membaca tiga suku kata. Cara mengajari anak membaca yang satu ini pada dasarnya sama seperti cara mengajari anak membaca dua suku kata. Agar si kecil lebih mudah menangkapnya, mulailah dengan kata-kata sederhana seperti “se-pe-da”, “je-ma-ri”, “a-ro-ma” dan seterusnya.

8. Ajarkan si kecil untuk membaca “ng”

Tidak perlu khawatir, mengajarkan si kecil membaca “ng” sebenarnya tidak terlalu sulit. Metode belajar membaca “ng” juga relatif lebih mudah dibandingkan dengan bunyi “ny”. Tapi agar lebih mudah ditangkap, mulailah dengan yang sederhana. Ajarkan si kecil untuk membaca “ang”, “ing”, “ung”, “eng” dan “ong”. Setelah itu lanjutkan dengan bunyi “ng” di depan seperti “nga”, “ngi”, “ngu”, “nge” dan “ngo”. Ajarkan juga penerapan bunyi “ng” dalam kata-kata yang lazim ia jumpai. Misalnya saja seperti membaca kata “pi-sang”, “pe-dang”, “bu-nga” dan seterusnya. Pada awalnya mungkin akan terasa sulit. Namun jika konsisten menerapkan metode belajar membaca yang satu ini, lama-lama si kecil akan terbiasa.

9. Ajarkan si kecil membaca “ny”

Cara mengajari anak membaca bunyi “ny” pada dasarnya mirip seperti “ng”. Orang tua bisa memulainya dengan mengajarkannya lewat satu suku kata seperti “nya”, “nyi”, “nyu”, “nye” dan “nyo”. Setelah terbiasa, barulah melangkah ke tahap berikutnya yakni membaca “nya-nyi”, “pe-nyu” dan seterusnya.

10. Ajarkan anak cara membaca konsonan mati

Mengajarkan cara membaca konsonan mati biasanya tidak terlalu sulit jika anak sudah mengenal konsep huruf abjad. Namun agar lebih mudah, sebaiknya mulailah dengan mengajarkan cara membaca konsonan mati di akhir seperti pada kata “ma-kan” dan “i-kan”. Setelah itu, barulah melangkah ke tahap berikutnya yakni membaca konsonan mati yang berada di tengah kata seperti “lar-va” dan “bal-sem”. Nantinya mungkin akan ada beberapa kata yang sulit dibaca oleh si kecil. Namun dengan mengulangi metode belajar membaca secara terus-menerus, lama-lama ia akan terbiasa.

11. Mulai membaca cerita pendek

Sekarang si kecil sudah tahu dasar-dasar tentang cara membaca. Selanjutnya, orang tua bisa mulai melatihnya untuk mulai membaca cerita pendek. Namun agar si kecil lebih menikmati prosesnya, ada satu cara mengajari anak membaca yang bisa dicoba. Saat ini ada banyak buku cerita bergambar yang dibuat untuk anak-anak. Dari segi tata bahasa dan tulisan, buku cerita seperti ini lebih mudah dibaca. Para orang tua bisa menggunakannya untuk melatih buah hatinya membaca. Latih si kecil untuk membaca kalimat sederhana. Latih ia untuk membaca satu kalimat demi satu kalimat. Sebaiknya lakukan ini secara rutin. Dengan menerapkan metode belajar membaca ini selama kurang lebih 30 menit setiap harinya, si kecil pasti bisa membaca dalam waktu beberapa bulan latihan

Cara Belajar Membaca Huruf Hijaiyah

Bagi orang tua yang beragama Islam, tentu ada keinginan untuk mengajarkan buah hatinya cara membaca huruf hijaiyah. Kemampuan anak dalam membaca huruf hijaiyah tentu akan banyak bermanfaat nantinya, terlebih untuk membaca kitab suci Al-Qur’an. Sayangnya, tidak ada metode belajar membaca cepat untuk mengajarkannya. Untuk itulah, orang tua harus bersabar dan mengajarkan huruf hijaiyah setahap demi setahap.

1. Kenalkan si kecil dengan huruf hijaiyah

Berbeda dengan cara mengajari anak membaca huruf latin, membaca huruf hijaiyah memang lebih menantang, terlebih di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah karena Indonesia lebih sering menggunakan huruf latin dalam kesehariannya. Karena itulah, cara untuk mengajarkan huruf hijaiyah juga sedikit berbeda.Meski demikian, para orang tua bisa mulai dengan mengajarkan huruf hijaiyah melalui alat bantu. Misalnya saja seperti puzzle huruf hijaiyah. Mulailah dengan memperkenalkan bentuk dari huruf hijaiah terlebih dahulu. Setelah si kecil sudah cukup terbiasa, orang tua bisa mulai memperkenalkan nama dari huruf-huruf tersebut.

2. Ajarkan anak untuk membaca huruf demi huruf

Jika anak sudah cukup terbiasa dengan bentuk-bentuk dari huruf hijaiyah, orang tua bisa mulai mengajarkan bagaimana cara melafalkannya. Salah satu metode belajar membaca huruf hijaiyah yang sudah terbukti adalah melalui iqra. Gunakan iqra jilid 1 untuk membantu si kecil. Dalam iqra jilid 1, anak akan diajarkan tentang bentuk-bentuk dasar dan cara membaca huruf demi huruf. Si kecil akan diajarkan mulai dari huruf “alif” sampai “ya”. Di tahap ini, sebaiknya orang tua juga perlu mengajarkan bagaimana pelafalan yang benar. Hal ini dilakukan agar nantinya si kecil bisa membaca huruf hijaiyah dengan benar.
3. Belajar huruf hijaiyah dengan cara bernyanyi

Satu lagi cara untuk belajar dan menghafal huruf hijaiyah adalah dengan nyanyian. Cara mengajari anak membaca huruf hijaiyah ini terasa lebih menyenangkan dan lebih mudah ditangkap oleh anak-anak. Belajar dengan bernyanyi sendiri kerap dipraktekkan dalam bangku pendidikan kanak-kanak. Selain itu, nyanyian seperti ini juga bisa membantu anak mengingat huruf hijaiyah yang sudah dipelajarinya.

Kesimpulan

Meski sudah dilatih dan sudah menerapkan cara mengajari anak membaca yang banyak direkomendasikan, perkembangan setiap anak tidak selalu sama. Secara rata-rata, anak usia 7 tahun memang sudah bisa membaca buku cerita sederhana. Akan tetapi, ada juga beberapa anak yang sudah bisa membaca pada usia di bawah itu atau bahkan butuh waktu lebih lama.

Kemampuan membaca ini terbentuk dan semakin matang seiring dengan latihan dan waktu. Para orang tua juga harus sabar saat mengajari anak membaca. Menerapkan metode belajar membaca memang akan sangat membantu. Meski demikian, bukan berarti hal tersebut bisa membuat si kecil bisa membaca lebih cepat.

Orang tua harus paham bahwa dalam setiap cara mengajari anak membaca ada satu hal yang harus dijadikan pegangan. Mengajari anak membaca itu butuh kesabaran. Konsistensi dalam mengajari anak membaca juga dibutuhkan. Namun jika orang tua bisa membuat proses belajar jadi lebih menyenangkan, tentu saja itu akan jauh lebih baik.

Leave a comment